screen saver

The content presented here requires JavaScript to be enabled and the latest version of the Macromedia Flash Player. If you are you using a browser with JavaScript disabled please enable it now. Otherwise, please update your version of the free Flash Player by downloading here.

Senin, 02 April 2012

CERITA SUKSES SOICHIRO HONDA


Tahukah anda siapa itu soichiro Honda??? Tahu kah anda dengan kendaraan yang bermerek HONDA yang ada di sekita anda? yah, itu merupakan merek kendaraan yang banyak tersebar di Negara kita ini, baik itu roda dua(sepeda motor) atau roda empat (mobil).
Tapi selama ini tahu gak sich kenapa mesti honda merek mesinnya? Hmmmmmm disini saya akan ulas mengenai itu yah... merek mesin HONDA diambil dari seorang yang bernama soichiro honda. Mau  tahu gemana cerita  suksesnya soichiro Honda? Yuk kita baca dengan seksama ceritanya


Soichiro Honda sebelum ia menikmati kesuksesannya,ia banyak mengalami kegagalan. Ia tidak menyandang gelar insinyur seperti halnya B.J.Habibie mantan presiden negara indonesia. Dan ia juga bukan seorang yang pintar, disekolah pun nilainya jelek. Tapi dia tidak merasa sedih dengan itu. dia bisa memanfaatkan keahliannya dalam bidang mesin yang merupakan warisan dari seorang ayahnya yang membuka bengkel reparasi pertanian.
Soichiro Honda,lelaki kelahiran 17 november 1906 ini saat umurnya berusia 8 tahun, ia pernah mengayuh sepeda sejauh 10 mil hanya ingin melihat pesawat terbang. Ternyata minatnya dibidang mesin tidak sia-sia. Saat dia berumur 12 tahun, honda telah bisa menciptakan sebuah sepeda pancal dengan model rem kaki. Tapi dalam pikirannya tidak berpikir sedikitpun untuk menjadi usahawan otomotif karena ia berasal dari keluarga yang miskin.diusianya 15 tahun, honda hijrah kejepang untuk bekerja di Hart Shokai Company, bosnya sangat senang melihat cara kerja Honda, hingga 6 tahun lebih di bekerja di situ. Hingga akhirnya di usia 21 tahun, bosnya mengsulkan membuka suatu kantor cabang di Hamamatsu. Tawaran itu dia terima. Ia bekerja di Hamamatsu tetap dengan prestasinya yang tetap membaik. Ia selalu menerima reparasi yang tidak dapat ditangani oleh pihak bengkel lain. Saat ia bekerja disitu otak jeniusnya tetap kreatif. Pada zaman itu, jari-jari mobil terbuat dari kayu, hingga tidak dapat untuk meredam goncangan. Disitu ia punya gagasan untuk menggantikan ruji-ruji itu dengan logam. Dan hasilnya luar bisa. Dan ia mendapatkan hak patenya pada saat ia berumur 30 tahun.


Setelah ia dapat menciptakan ruji, Honda memiliki keinginan untuk melepaskan diri dari bosnya, untuk membuat usaha bengkel sendiri. Disitulah ia terpikir untuk membuat ring piston yang dihasilkan oleh bengkelnya sendiri pada tahun 1938. Namun sayang,Ring Piston buatannya ditolek oleh Toyota, karena dianggap tidak sesuai dengan standar.  Karena kegagalan yang dialaminya itu, Honda menjadi jatuh sakit cukup serius, sekitar 2 bulan kemudian, kesehatanya pulih. Ia kembali untuk memimpin bengkelnya. Tapi soal ring piston itu juga belum ada solusinya sehingga ia harus kuliah lagi untuk menambah pengetahuannya. Dan ia mempraktekkan apa yang di dapatnya itu di bengkelnya setelah pulang dari kuliah.
Setelah Honda menjadi mahasiswa selama dua tahun, ia akhirnya dikeluarkan karena jarang masuk kuliah, dan ia juga mendapat penghinaan yang membuat ia semakin kuat dalam tekatnya.
Berkat kerja kerasnya, desain Ring Pinston-nya diterima. Pihak Toyota memberikan kontrak, sehingga Honda berniat mendirikan pabrik. Eh malangnya, niatan itu kandas. Jepang, karena siap perang, tidak memberikan dana. Ia pun tidak kehabisan akal mengumpulkan modal dari sekelompok orang untuk mendirikan pabrik. Lagi-lagi musibah datang. Setelah perang meletus, pabriknya terbakar dua kali. Namun, Honda tidak patah semangat.

Ia bergegas mengumpulkan karyawannya. Mereka diperintahkan mengambil sisa kaleng bensol yang dibuang oleh kapal Amerika Serikat, digunakan sebagai bahan mendirikan pabrik. Tanpa diduga, gempa bumi meletus menghancurkan pabriknya, sehingga diputuskan menjual pabrik Ring Pinstonnya ke Toyota. Setelah itu, Honda mencoba beberapa usaha lain. Sayang semuanya gagal. Akhirnya, tahun 1947, setelah perang Jepang kekurangan bensin.

Di sini kondisi ekonomi Jepang porak-poranda. Sampai-sampai Honda tidak dapat menjual mobilnya untuk membeli makanan bagi keluarganya. Dalam keadaan terdesak, ia memasang motor kecil pada sepeda. Siapa sangka, "sepeda motor" – cikal bakal lahirnya mobil Honda - itu diminati oleh para tetangga. Mereka berbondong-bondong memesan, sehingga Honda kehabisan stok. Disinilah, Honda kembali mendirikan pabrik motor. Sejak itu, kesuksesan tak pernah lepas dari tangannya. Motor Honda berikut mobinya, menjadi "raja" jalanan dunia, termasuk Indonesia.

Itulah kisah perjuangan Soichiro Honda....
dapat kita simpulkan bahwa honda tidak pernah menyerah untuk memwujudkan cita-cita besarnya
walaupun disela-sela perjungannya banyak cobaan yang menghampirinya, tapi semangatnya tetap membara.

semoga cerita sukses Soichiro Honda ini dapat memberi pelajaran kepada kita....untuk motivasi dan inspirasi untuk kehidupan kita

2 komentar: